Edukasi Penyakit Demam Berdarah
Definisi DBD
salah satu penyakit dengan jumlah kasus yang cenderung meningkat setiap tahun. Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2020, terdapat 95.893 kasus demam berdarah di seluruh Indonesia, dengan 661 kasus di antaranya berakhir dengan kematian.
Demam berdarah terbagi menjadi 2 jenis, yakni demam dengue (Dengue Fever) dan demam berdarah dengue (Dengue Hemorrhagic Fever). Perbedaan antara kedua jenis demam berdarah tersebut adalah adanya kebocoran pembuluh darah pada demam berdarah dengue, sedangkan pada demam dengue tidak.
Demam berdarah umumnya menyerang anak-anak berusia kurang dari 15 tahun, tetapi juga bisa terjadi pada orang dewasa.
Penyebab dan Faktor Risiko Demam Berdarah
Kedua nyamuk penyebab DBD biasanya menginfeksi seseorang di pagi sampai sore hari menjelang petang. Penularan terjadi saat nyamuk menggigit dan menghisap darah seseorang yang sudah terinfeksi virus dengue, ketika nyamuk tersebut menggigit orang lain, maka virus akan tersebar.
Bisa dibilang, nyamuk berperan sebagai medium pembawa (carrier) virus dengue tersebut. Selain gigitan nyamuk, demam berdarah dipicu oleh faktor risiko tertentu. Beberapa faktor risiko tersebut, di antaranya:
- Pernah mengalami infeksi virus dengue sebelumnya;
- Tinggal atau bepergian ke daerah tropis; dan
- Bayi, anak-anak, orang lanjut usia, dan orang dengan kekebalan tubuh yang lemah.
Gejala Demam Berdarah
Umumnya gejala demam berdarah bersifat ringan, dan muncul 4–7 hari sejak gigitan nyamuk, dan dapat berlangsung selama 10 hari. Gejala biasanya menyerupai penyakit flu, dan bisa saja berkembang menjadi semakin parah jika telat ditangani. Beberapa gejala demam berdarah, yaitu:
- Demam tinggi mencapai 40 derajat Celsius;
- Nyeri kepala berat;
- Nyeri pada sendi, otot, dan tulang;
- Nyeri pada bagian belakang mata;
- Nafsu makan menurun;
- Mual dan muntah;
- Pembengkakan kelenjar getah bening;
- Ruam kemerahan sekitar 2–5 hari setelah demam;
- Kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening; dan
- Perdarahan dari hidung, gusi, atau di bawah kulit.
Pengobatan Demam Berdarah
Berikut ini beberapa upaya yang dapat dilakukan:
- Cegah dehidrasi dengan banyak minum air putih.
- Mencukupi waktu istirahat.
- Konsumsi obat penurun panas yang relatif aman dan dianjurkan dokter;
- Menghindari konsumsi obat-obatan pereda nyeri. Hal ini dikarenakan obat-obatan tersebut dapat menimbulkan komplikasi perdarahan.
- Pantau frekuensi buang air kecil dan jumlah urine yang keluar.
Pencegahan Demam Berdarah
Pencegahan Demam Berdarah:
- Anak usia 9–16 tahun seharusnya divaksinasi dengue, sebanyak 3 kali dengan jarak 6 bulan;
- Memberantas sarang nyamuk yang dilakukan dalam dua kali pengasapan insektisida atau fogging dengan jarak 1 minggu;
- Menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi, minimal setiap minggu;
- Menutup rapat tempat penampungan air;
- Melakukan daur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti;
- Mengatur cahaya yang cukup di dalam rumah
- Menaburkan bubuk larvasida (abate) pada penampungan air yang sulit dikuras;
- Menggunakan kelambu saat tidur;
- Menghindari wilayah daerah yang rentan terjadi infeksi;
Komentar
Posting Komentar